Semoga Masih Ada Esok

Hari ini baru saja di mulai, bulan ini sebentar lagi habis, matahari bahkan belum sampai pada singgasananya, datang berita duka.

Semesta dan rahasianya. Tuhan dan rencananya. Manusia dan ketidakmampuannya.

Bagi siapapun yang hari ini ditinggalkan dan patah,

Tidak harus selalu kuat. Tidak harus selalu sedih. Tidak harus selalu tabah. Tidak harus selalu menahan amarah. Tidak harus cepat-cepat kembali gembira. 

Kita perlu menata hati yang patah tapi tak perlu cepat-cepat berbahagia. Tertawa dan menangis secukupnya. Jika bukan untuk kita, maka untuk manusia lainnya.

Besok kita mulai cerita lagi. 

Comments

Popular posts from this blog

Kembali Menulis (atau Menangis)

Perjalanan Ala-ala yang Semoga Tidak Halah