Posts

Showing posts from October, 2020

Semoga Masih Ada Esok

Hari ini baru saja di mulai, bulan ini sebentar lagi habis, matahari bahkan belum sampai pada singgasananya, datang berita duka. Semesta dan rahasianya. Tuhan dan rencananya. Manusia dan ketidakmampuannya. Bagi siapapun yang hari ini ditinggalkan dan patah, Tidak harus selalu kuat. Tidak harus selalu sedih. Tidak harus selalu tabah. Tidak harus selalu menahan amarah. Tidak harus cepat-cepat kembali gembira.  Kita perlu menata hati yang patah tapi tak perlu cepat-cepat berbahagia. Tertawa dan menangis secukupnya. Jika bukan untuk kita, maka untuk manusia lainnya. Besok kita mulai cerita lagi. 

Jejak Buku dan Membaca

Perihal membaca saya yakin semua orang pasti melakukannya setiap hari. Mulai dari membaca pesan, berita jujur dan bohong, laporan, gosip yang berkeliaran di media sosial, sampai gerak tubuh seseorang.  Buku sudah menjadi bagian dari hidup saya. Buku ( atau bukan ) pertama yang diberikan kepada saya adalah Alkitab anak-anak. Alkitab itu cukup besar, kira-kira seukuran kertas A4. Isinya sudah pasti berupa bab, judul, dan ayat-ayat kitab suci Katolik pada umumnya dan ilustrasi kejadian-kejadian pada bab atau ayat tertentu. Saya belum bisa membaca, saya hanya senang ada buku yang bergambar. Kesenangan itu agaknya membuat saya lewat batas karena ( seingat saya ) ada beberapa halaman yang saya sobek-sobek entah mengapa, mungkin saya sedang kesetanan, dan wajah-wajah murid Yesus saya coret-coret. Jika Ia maha melihat, bisa jadi marah atau malah tertawa melihat riasan saya di wajah mereka.  Setelah diajarkan membaca, saya membuka kembali Alkitab yang sudah compang camping dan mulai me...

Memori Air

Berapa banyak yang setuju bahwa air, entah air laut atau air hujan, selalu membawa sebuah kenangan? Kenangan sedih, senang, marah, bahkan kenangan yang sangat biasa sekali pun. Jika hujan selalu mendominasi saat kita berbicara memori, berbeda untuk kali ini. Saya tak akan berbicara tentang hujan sebab ia sementara. Jika hujan itu konsep, maka air adalah substansinya. Berat ya? Ah berat mana dengan beban hidupmu? Percayakah bahwa memori air hinggap di kehidupan banyak orang? Saya yakin, hampir 99% manusia pernah memiliki memori air. Memori air bukan tentang bagaimana air mengenai diri kita secara langsung tapi peristiwa yang terjadi entah karena atau terdapat air di dalamnya. Saya mau tanya, siapa saja yang pernah menjadikan Memori air saya yang terakhir, selain untuk minum dan mandi, adalah air hujan dan laut di Pantai Anyer. Seseorang begitu marah ketika sampai di Pantai Anyer dan hujan turun cukup lebat di daerah pabrik. Ia berkata bahwa terakhir kali ia ke Anyer, hujan juga turun cu...