Perjalanan Ala-ala yang Semoga Tidak Halah
Sudah masuk bulan Desember dan masih tidak konsisten. Tak apa, hari ini saya akan menulis di tengah-tengah penat yang padat.
Sebulan lalu, saya menuliskan segala-segala yang mau saya capai selama beberapa bulan ke depan bahkan seterusnya. Wacana diet, menulis rutin di blog ini, membaca buku, dan keinginan-keinginan lainnya. Salah satu wacana yang mulai rutin dan terbentuk adalah olahraga dan diet. Jangan tanya saya sudah sampai mana, saya tak tahu. Kadang iya, kadang tidak sudah saya alami sejak berbulan-bulan yang lalu. Saat ini saya masih terus memotivasi diri saya sendiri dan mulai mengurangi porsi makan saya, serta olahraga rutin. Olahraga yang saya jalani masih sesuka hati saya. Zuzur, saya memilih olahraga yang membuat saya senang, seperti dance workout dan latihan lengan dengan menggunakan dumbell. Jika ada yang bersuara, "mana diet? mana olahraga?" Tahan sahabat, saya baru memulai, olahraga masih belum full, Anda sudah tanya hasilnya? Kau pikir diet ini kayak order makanan dari aplikasimu, HAH?
Okay, tenang, sahabat, saya gak gigit cuma emosi. Kira-kira begitu perasaan orang-orang yang sedang menjalani diet tapi dituntut cepat punya body goals ala model Victoria's Secret. Badan yang sehat dan ideal tidak bisa didapatkan dengan instan, tetapi bukan berarti tidak bisa. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus disiapkan untuk memulai diet dan olahraga ala saya.
1. Motivasi
Kesannya remeh tapi ini sangat mendasar. Kalau kata anak-anak sekarang trigger kamu tuh apa sih sampe bisa kayak gitu? Nah sama kayak olahraga dan diet, apa motivasimu untuk menjalani diet dan olahraga?
Jujur, salah satu motivasi saya adalah pandangan orang terhadap orang-orang berbadan gemuk kayak saya, dipandang sebelah mata dan tidak 'good looking' yang akhirnya membuat saya memulai diet dan olahraga. Motivasi kedua, sehat. Saya menyadari bahwa kesehatan itu selamanya, kalau saya gak sehat hari ini, gak ada yang bisa menjamin diri saya sehat di hari depan. Motivasi yang mungkin terakhir, ukuran celana. Yup, saking gak standarnya badan saya, susah banget mau cari celana yang ukurannya pas. Mending kalo kepanjangan aja bisa saya potong, monmaap gais ini pas di paha, di pinggang kebesaran, begitu juga sebaliknya, di pinggang pas, di paha kesempitan.
2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dimaksud di sini adalah alat olahraga dan bahan makanan. Bahannya gak usah muluk-muluk, sayur dan buah-buahan yang biasa ibumu masak dan kupas di rumah aja cukup. Makan nasi? Saya masih makan nasi tapi porsinya dikurangin. Semuanya masih saya makan, hanya saya kurangi porsi-porsinya, kecuali sayur, buah, dan air putih.
Alat yang saya gunakan untuk olahraga hanya sebatas matras, dumbell 2 kg, jumping rope, hip band dan sepatu. Awalnya saya membeli matras. Matras ini cukup berguna membuat lutut saya lebih nyaman daripada langsung berbenturan dengan lantai. Berikutnya saya membeli dumbell karena saya mau melatih otot-otot saya, terutama otot tangan. Berikutnya jumping rope saya beli untuk variasi olahraga saja supaya tidak olahraga yang sama terus menerus. Terakhir hip band saya beli untuk membantu melatih otot-otot paha dan bokong saya supaya lebih kuat.
Bagi Anda yang pemula, seperti saya, bisa dimulai dari matras atau sepatu, setelah itu Anda bisa menentukan alat-alat apa saja yang akan Anda buat/beli disesuaikan dengan olahraga yang paling membuat anda nyaman.
3. Jenis Olahraga dan Diet
Berdasarkan dari beberapa sumber dari internet dan media sosial, banyak sekali jenis olahraga yang bisa kalian pilih mulai dari level pemula hingga mahir. Mulai dari melatih pernapasan hingga membantuk otot. Ada pula olahraga yang bisa langsung dilatih tanpa tutorial dari internet seperti berlari, berjalan, berenang, bersepatu roda, dan olahraga lainnya. Begitu juga dengan diet, segala macam diet bisa kalian pelajari dan pahami dari internet, beberapa akun juga sangat terbuka menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar diet dan olahraga, salah satu yang saya ikuti adalah dr. Dion Haryadi.
Mana yang paling baik? Semua baik disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Salah satu kalimat yang selalu saya ingat tentang olahraga kurang lebih seperti ini
"Olahragalah yang membuatmu nyaman"
Kenyamanan dalam berolahraga dan diet akan membawa kita pada kebiasaan yang menyenangkan pula. Jadi, bukan mana yang paling baik tapi mana yang paling membuat anda nyaman menjalani olahraga dan diet tersebut.
Itu cerita dan sharing sedikit dari saya mengenai perjalanan saya memulai diet dan olahraga, meski belum terlihat hasilnya tapi usaha terus saya lakukan untuk mencapai berat badan yang ideal sekaligus tubuh yang sehat dan kuat. Kalau kita gak mulai hari ini, kapan lagi?
Comments
Post a Comment