Kembali Menulis (atau Menangis)

Rasanya aneh kembali ke blog ini karena patah hati. Tenang, aku bisa memastikan patah hatiku kali ini tak akan seperti dulu.


Tujuh tahun lalu, aku pernah menangis dan menulis karena laki-laki, lalu hari ini. Lebih tepatnya beberapa hari yang lalu. Menangis (lagi) karena laki-laki.

Aku tak pernah pandai mendeskripsikan isi hati apalagi ini tentang kamu. Kamu yang rasanya sangat dekat ternyata jauh bahkan hanya untuk dipandang.

Terima kasih sudah menunjukkan sosok yang aku ingin dan butuhkan untuk masa depan. Cerita, pemikiran, kesukaan, bagaimana kita merespons moge yang mengawal ninja di Jalan Sudirman, dan dedikasimu pada pekerjaan yang kau cintai, sudah cukup membuatku jatuh hati dan menginginkan sosok sepertimu datang lagi. Sayangnya, lagi-lagi kenyataan membuatku harus sadar diri.

Untukmu, maaf aku akhirnya mengaku jatuh hati. Maaf karena aku masih berharap dan berdoa untuk kita esok hari. Jika pada akhirnya kita tak bertemu lagi, biar doa-doaku yang memeluk kembali.

Tak akan pernah hilang. Tak akan pernah lupa. 

Comments

Popular posts from this blog

Semoga Masih Ada Esok

Perjalanan Ala-ala yang Semoga Tidak Halah