Mengapa Saya Kembali?
Hai.
Memang, saya se-awkward itu kalau menyapa orang yang baru saya temui. semoga semakin banyak berlatih menulis, saya bisa memberikan pendahuluan yang lebih layak kepada kalian.
Ini hari pertama saya menulis kembali (atau belajar menulis). Jujur, saya dulu cukup aktif curhat di blog. Iya, curhat. Patah hati curhat, jatuh cinta curhat terus buat cerpen, ada masalah sama teman curhat di sini. Seiring bertambahnya usia, bertambah juga kesadaran saya bahwa curhat di blog cukup berbahaya, ditambah penggunaan bahasa yang menurut saya tidak layak baca membuat saya akhirnya memilih untuk menghapus semua postingan dan kembali ke awal.
Sampai di paragraf ini, saya menyadari bahwa tulis-menulis sudah jadi bagian dari hidup saya sejak SMP. Berawal dari membuat cerpen di kertas binder dengan sebuah pensil mekanik (kalau salah gampang dihapus), lalu mengenal blog ini dan mulai membagikan cerita kehidupan saya sampai SMA awal, dan masuk ke Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma. Saya belum pernah benar-benar mendalami kemampuan menulis saya. Mungkin sudah saatnya saya kembali belajar, belajar menulis, belajar mengenal potensi diri, belajar dari orang lain, pokoknya belajar.
Tulisan ini bukan tulisan pertama saya tapi ini akan mengawali tulisan-tulisan saya ke depannya yang agak serius. Agak ya, jadi gak akan serius-serius amat. Jangan terlalu berharap sama manusia.
Sampai tulisan ini muncul di layar komputer atau hp kalian, saya masih memikirkan apa yang mau saya tulis. Saya ingin tulisan-tulisan di blog ini bisa jadi bekal saya kelak jika saya akan memulai karir yang baru, menjadi content writer misalnya. Tidak berhenti pada kebutuhan profesional, semoga blog bisa juga bermanfaat bagi orang yang membacanya.
Akhir post ini, saya mau kasih lihat dua kalimat jadi trigger saya untuk kembali berlatih menulis.Sebelumnya saya mohon maaf jika ada yang merasa memiliki kalimat ini karena saya sendiri lupa pernah melihat atau mendengar kalimat ini di mana.
Pada akhirnya, cuma lo yang bisa menyelamatkan diri lo sendiri.
Kalimat kedua ini yang akhir-akhir ini muncul dan memacu saya untuk memulai menulis lagi
Kalo lo ngerasa susah ya belajar
- seorang teman yang berawal dari aplikasi anonim.
Semoga kita bisa menjaga api tetap menyala.
Salam sayang,
Dari perempuan yang baru memulai komitmennya
Comments
Post a Comment