Manis tapi Getir
Seperti layaknya orang-orang yang sedang patah hati, aku mendengarkan lagu menyayat hati. Aku tak bisa memilih jadi kuputar salah satu playlist di Spotify berjudul Broken Heart.
Bosan dengan daftar lagu patah hati. Terlalu lembut untuk hati besi yang terbelah jadi dua. Lalu, aku teringat sebuah lagu yang tak pernah kutahu judulnya, hanya ingat penyanyinya, Pamungkas.Lagu itu pertama kali kudengar hanya di media sosial Tiktok. Salah satu penggemarnya mengabadikan Pamugkas bernyanyi di sebuah acara entah apa dan diunggahnya ke Tiktok. Liriknya tak begitu membekas tapi nada itu selalu terngiang. Kucari tak sampai gila sebab lagu ini cukup terkenal dan jadi salah satu lagu yang populer dan sering didengar, ah syukurlah.
Lagu yang kucari ternyata berjudul Kenangan Manis. Kupahami liriknya dari awal hingga akhir. Deg. Aku jarang menemukan lagu yang tepat untuk kondisiku tapi lagu ini bisa sangat tepat.
Tawa yang terlepas tanpa ada maknaCerita lama yang selalu dibawahDiam-diam hati ini mengerti jadi ciri tentangmu
Bagian pertama lirik lagu tersebut mampu mengingatkanku padamu. Entah kita menertawakan apa tapi kita bisa tertawa menjadi diri kita masing-masing. Setelah 12 jam itu, cerita hari itu akan jadi cerita lama yang akan selalu kita bawa. Kita terikat dan akan terus mengingat hari itu.
Tuk sementara, sampai berjumpaBersama-sama, bercanda lagiKenangan manis di hari iniJadi alasan untuk kembali
Setelah hari itu, entah untuk sementara atau selamanya kita sepakat mengucapknya sampai berjumpa. Ada harapan tapi terbentur kenyataan. Satu yang kutahu, kita sepakat bahwa hari itu jadi hari yang manis dan alasan untuk kembali lagi, meski kita tak tahu apakah ada atau tidak esok hari.
Semua mimpi tinggi dan segala dramaDijadikan canda, dikeluh bersamaTerkadang-kadang mata bicaraSeakan-akan semua rahasiaKebodohan antara kita jadi kenangan manis
Mulai dari cerita masa lalu, masa kini, mimpi, diskusi ringan hingga berat mewarnai beberapa hari perkenalan kita. Beberapa hari yang rasanya sudah sangat lama. Ada kita saling diam, membiarkan waktu dihabiskan begitu saja. Aku baru paham makna kacamatamu. Mataku tak pernah berbicara, berbeda dengan kau yang memang ada rahasia, tak apa kumaafkan.
Pada kalimat terakhir terasa nyata bahwa kebodohan kita hari itu membawa kita ke sebuah kenangan manis, kenangan yang belum tentu bisa berulang tapi akan selalu jadi alasan ketika kita kembali.
Tak apa jika tidak ada hari esok. Setidaknya, kita punya alasan ketika kembali pada ingatan itu.
Jangan terlalu lama patah hati.
ReplyDeleteAku menulis dalam tulisan mu. Ya! Aku menunggu tulisan mu. Aku menunggu angin berbisik, "bacalah!".
Cerita mu laik ditunggu!