Posts

Manis tapi Getir

S eperti layaknya orang-orang yang sedang patah hati, aku mendengarkan lagu menyayat hati. Aku tak bisa memilih jadi kuputar salah satu playlist di Spotify berjudul Broken Heart.  Bosan dengan daftar lagu patah hati. Terlalu lembut untuk hati besi yang terbelah jadi dua. Lalu, aku teringat sebuah lagu yang tak pernah kutahu judulnya, hanya ingat penyanyinya, Pamungkas. Lagu itu pertama kali kudengar hanya di media sosial Tiktok. Salah satu penggemarnya mengabadikan Pamugkas bernyanyi di sebuah acara entah apa dan diunggahnya ke Tiktok. Liriknya tak begitu membekas tapi nada itu selalu terngiang. Kucari tak sampai gila sebab lagu ini cukup terkenal dan jadi salah satu lagu yang populer dan sering didengar, ah syukurlah. Lagu yang kucari ternyata berjudul Kenangan Manis. Kupahami liriknya dari awal hingga akhir. Deg. Aku jarang menemukan lagu yang tepat untuk kondisiku tapi lagu ini bisa sangat tepat.  Tawa yang terlepas tanpa ada makna Cerita lama yang selalu dibawah Diam-diam ...

Masih Rindu

  Tidurku selarut itu. Denganmu aku bisa tidur dan bangun lebih pagi. Hari ini lagi-lagi terlewat pertemuan rutin setiap pagi. Ah sial. Aku tak menyalahkan kau, tak juga waktu. Hanya aku yang tak pandai merindu. Hanya aku dan kebodohanku. Ah jadi ingat katamu, begadanf itu tidak baik.

Kembali Menulis (atau Menangis)

Rasanya aneh kembali ke blog ini karena patah hati. Tenang, aku bisa memastikan patah hatiku kali ini tak akan seperti dulu. Tujuh tahun lalu, aku pernah menangis dan menulis karena laki-laki, lalu hari ini. Lebih tepatnya beberapa hari yang lalu. Menangis (lagi) karena laki-laki. Aku tak pernah pandai mendeskripsikan isi hati apalagi ini tentang kamu. Kamu yang rasanya sangat dekat ternyata jauh bahkan hanya untuk dipandang. Terima kasih sudah menunjukkan sosok yang aku ingin dan butuhkan untuk masa depan. Cerita, pemikiran, kesukaan, bagaimana kita merespons moge yang mengawal ninja di Jalan Sudirman, dan dedikasimu pada pekerjaan yang kau cintai, sudah cukup membuatku jatuh hati dan menginginkan sosok sepertimu datang lagi. Sayangnya, lagi-lagi kenyataan membuatku harus sadar diri. Untukmu, maaf aku akhirnya mengaku jatuh hati. Maaf karena aku masih berharap dan berdoa untuk kita esok hari. Jika pada akhirnya kita tak bertemu lagi, biar doa-doaku yang memeluk kembali. Tak akan perna...

Mengapa Saya Kembali?

Hai. Memang, saya se-awkward itu kalau menyapa orang yang baru saya temui. semoga semakin banyak berlatih menulis, saya bisa memberikan pendahuluan yang lebih layak kepada kalian. Ini hari pertama saya menulis kembali (atau belajar menulis). Jujur, saya dulu cukup aktif curhat di blog. Iya, curhat. Patah hati curhat, jatuh cinta curhat terus buat cerpen, ada masalah sama teman curhat di sini. Seiring bertambahnya usia, bertambah juga kesadaran saya bahwa curhat di blog cukup berbahaya, ditambah penggunaan bahasa yang menurut saya tidak layak baca membuat saya akhirnya memilih untuk menghapus semua postingan dan kembali ke awal.  Sampai di paragraf ini, saya menyadari bahwa tulis-menulis sudah jadi bagian dari hidup saya sejak SMP. Berawal dari membuat cerpen di kertas binder dengan sebuah pensil mekanik (kalau salah gampang dihapus), lalu mengenal blog ini dan mulai membagikan cerita kehidupan saya sampai SMA awal, dan masuk ke Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma....

A VERY NORMAL POST

Hai, Gue masih Veronica Kristiani Larasati, saat ini berusia 22 tahun dan sudah lulus kuliah. Banyak yang terjadi dan pasti berubah selama 2 tahun atau lebih ini. Tulisan gue membaik (dibandingkan dengan dua tahun atau lebih di blog ini), jika tidak membaik artinya gue gagal lulus dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. What am I doing right now? looking for a job. Tulisan terakhir yang gue lihat di blog gue ini adalah cerita awal masuk kuliah. menye-menye, sedih, klasik. Setelah dua tahun gue gak mengisi dan gak pernah buka blog ini lagi, gue memutuskan untuk mengisi lembaran baru di blog ini dan menghapus lembaran yang lama. Maafkan tulisan-tulisan alayku tahun 2017-2011 (i guess...) aku harus menghapus jejakmu untuk membangun citra yang baru. Gak heran kalo gue dijuluki "Drama Queen" mengingat yang gue pikir saat itu cuma cinta (mungkin ini penyebabnya gue gak bisa berkembang dan selalu berputar soal pacaran, cinta, laki-laki,...