A VERY NORMAL POST

Hai,

Gue masih Veronica Kristiani Larasati, saat ini berusia 22 tahun dan sudah lulus kuliah. Banyak yang terjadi dan pasti berubah selama 2 tahun atau lebih ini. Tulisan gue membaik (dibandingkan dengan dua tahun atau lebih di blog ini), jika tidak membaik artinya gue gagal lulus dari Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. What am I doing right now? looking for a job.

Tulisan terakhir yang gue lihat di blog gue ini adalah cerita awal masuk kuliah. menye-menye, sedih, klasik. Setelah dua tahun gue gak mengisi dan gak pernah buka blog ini lagi, gue memutuskan untuk mengisi lembaran baru di blog ini dan menghapus lembaran yang lama. Maafkan tulisan-tulisan alayku tahun 2017-2011 (i guess...) aku harus menghapus jejakmu untuk membangun citra yang baru.

Gak heran kalo gue dijuluki "Drama Queen" mengingat yang gue pikir saat itu cuma cinta (mungkin ini penyebabnya gue gak bisa berkembang dan selalu berputar soal pacaran, cinta, laki-laki, dan tetek bengeknya). Saat gue membaca tulisan-tulisan gue sebelumnya di blog ini, tanpa sadar gue bergumam "Oh shit. this is not good". Gak ada satu pun pencapaian atau sesuatu yang berguna yang gue ceritain di blog ini (gila gak sih?). Entah apa yang gue pikirkan sebelum dan saat tahun 2017 melihat dari tulisan-tulisan galau gue di blog ini. Kalo coba gue telusuri, tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016 gue cukup aktif menulis tulisan galau. Saat itu gue sedang patah hati dan tidak tahu harus bagaimana. Kabar laki-laki yang buat gue patah hati itu saat ini sudah lulus kuliah, memiliki pacar yang langgeng, dan sepertinya, sembuh dari kegemaran gonta ganti pacar. Gue masih berhubungan baik dengan laki-laki itu karena ya kenapa harus tidak baik-baik?
Berikut juga dengan laki-laki yang buat gue patah hati di dua tahun kemudian, bedanya hanya dia masih berkuliah.

Saat ini gue merasa hidup gue jauh lebih baik dan lebih berwarna, galau gue lebih keras dibanding 5 tahun lalu yang cenderung lembek dan lemah. Gue belajar banyak di perkuliahan, akademik dan non-akademik. Gue menjalin pertemanan dengan orang dari berbagai ras, suku, dan agama. Kuliah dan kegiatan lainnya cukup menyita waktu sehingga gue ga sempat untuk bergalau ria macam anak SMA. Ketika gue patah hati, gue galau tapi gak menye, gue akan memilih pergi belanja atau mencari makan. Galau gue pun bukan kangen pacar tapi kangen orang tua. Jika kamu pernah jauh dari rumah untuk waktu yang sangat lama, rasanya rindu hanya tentang rumah itu sendiri. Gue juga sempat belajar bahasa isyarat meski pun berhenti hanya sampai dasar tapi gue mau belajar lagi kalo gue ada kesempatan. I choose to be with my friends when I feel gloom. Asli, temen-temen ndablek gue ini adalah salah satu yang bisa bikin gue lupa waktu dan bikin pandangan gue terhadap perempuan itu sendiri berubah. Mereka cantik, aktif, percaya diri, perokok, dan pemabuk. Gue gak pernah ikut "minum" tapi gue selalu ada. Kapan-kapan gue akan bikin tulisan sendiri tentang ini, perempuan dan pemabuk, bisa serius, bisa tidak. Last but not least, gue lulus 4 tahun, setengah tahun lebih lama dari rencana gue yang lulus 3,5 tahun tapi gue tetep bersyukur gak lebih dari 5 tahun.

Setelah perjuangan di kuliah selesai, gue harus kembali berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan dipertemukan dengan masalah pribadi lainnya. Untuk kalian yang saat ini sedang berjuang dalam hal apapun, tetap semangat dan jangan pernah putus asa. Ciao!


Comments

Popular posts from this blog

Kembali Menulis (atau Menangis)

Semoga Masih Ada Esok

Perjalanan Ala-ala yang Semoga Tidak Halah