Cerita Pertama

Seperti manusia pada umumnya, tulisan pertama di tahun 2021. 

Sebelum bercerita tentang satu bulan yang sudah terlewat, saya mau berterima kasih kepada siapa saja yang sudah mewarnai hidup saya dengan berani. Terima kasih juga saya ucapkan kepada siapa saja yang tak pernah menyerah meski sering lelah. Terima kasih lagi kepada siapa saja yang masih kuat berdiri hingga saat ini. Tahun kemarin tak mudah.

Tahun kemarin merupakan tahun yang berat bagi siapa saja, semua terdampak hingga ke area yang tak terlihat. Wabah Virus Covid-19 masih ada hingga tulisan ini ditulis. Virus itu merepotkan banyak orang, dari yang berdasi hingga yang tak beralas kaki. Tak tahu pasti dan sudah tidak penting lagi darimana virus itu berasal, semua tak akan sama lagi. Meski begitu, cerita tak berhenti sampai di situ.

Sekian tahun terlewat, setelah patah hati yang tak berlama-lama, saya kembali membuka hati untuk seseorang. Semoga yang kali ini baik. Bicara soal hati, saya rasa cukup sampai di situ. Semoga cerita soal hati akan berlanjut, mungkin 3-5 tahun lagi, ditunggu saja. Eh tak perlu ditunggu, dinikmati dan diusahakan.

Dari hati kita turun ke kaki, bukan hanya kaki tapi tangan, punggung, paha, dan perut. Akhirnya, saya kembali berolahraga setelah 4 tahun terhenti. Bagian ini juga masih terus berlanjut hingga tulisan ini muncul di layar kaca anda. Belum ada hasil yang perlu dinikmati dari diet dan olahraga yang saya jalani sebab masih setengah-setengah. Doakan saja semoga tahun ini bisa konsisten untuk diet dan olahraga. 

Januari 2021. Tak banyak cerita di bulan kemarin, selain memulai kembali pekerjaan yang sama, hubungan, dan pola hidup yang lebih sehat. Saya tidak membuat resolusi khusus, hanya beberapa target olahraga untuk bulan kemarin, seperti cardio selama 150 menit/minggu, angkat beban 2-3 kali/minggu, berjalan kaki minimal 2x/minggu, dan membuat workout diary, dan hampir semua target tercapai, kecuali membuat diari. Saya baru sempat membuat di bulan Februari ini, sebelumnya saya hanya mencatat di kalender.

Apa saya perlu membuat resolusi ya agar hidup lebih teratur dan tertata? Saya punya target untuk tahun ini, apa itu disebut resolusi? Anggap saja iya. Namun, saya menyadari bahwa saya butuh target bulanan atau semacam prosedur agar hidup saya lebih tertata dan nantinya bisa mencapai target yang saya ingin capai. Ya, prosedur. Ah jadi banyak sekali saya bercerita hari ini. Rutin menulis termasuk target saya di tahun ini, semoga tercapai. Ciao!

Comments

Popular posts from this blog

Kembali Menulis (atau Menangis)

Semoga Masih Ada Esok

Perjalanan Ala-ala yang Semoga Tidak Halah